
Dari Mahasiswa Hingga Kaprodi: Perjalanan Karier Inspiratif Agus Setiawan, Alumni Teknik Sipil UNISDA Lamongan
Lamongan – Kesuksesan tidak datang dalam semalam. Ungkapan itu seolah menjadi cerminan perjalanan karier Agus Setiawan, alumni Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Islam Darul ’Ulum (UNISDA) Lamongan, yang kini menempati posisi strategis sebagai dosen sekaligus Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Sipil UNISDA.
Sejak masa kuliah, Agus dikenal sebagai mahasiswa yang tekun dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan. Kegigihannya dalam memahami teori-teori konstruksi, perencanaan bangunan, hingga manajemen proyek menjadikannya sosok yang menonjol di antara rekan-rekannya. Lulus dengan prestasi membanggakan, Agus memilih untuk tidak langsung terjun ke dunia industri, melainkan melanjutkan kiprahnya di dunia akademik.
Pilihan itu berbuah manis. Setelah menyelesaikan pendidikan lanjutannya, Agus dipercaya menjadi tenaga pendidik di Program Studi Teknik Sipil UNISDA—kampus yang telah membentuk fondasi keilmuan dan karakter profesionalnya. “Bisa kembali ke almamater sebagai dosen adalah kebanggaan tersendiri. Saya merasa memiliki tanggung jawab untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi berikutnya,” ujarnya dalam satu kesempatan.
Sebagai dosen muda yang bersemangat, Agus dikenal dekat dengan mahasiswa dan aktif mendorong pembelajaran berbasis praktik. Ia kerap menginisiasi kegiatan lapangan, seperti uji sondir, survei geoteknik, dan praktik konstruksi langsung di proyek-proyek sekitar Lamongan, agar mahasiswa memahami bagaimana teori diterapkan di dunia kerja nyata.
Kualitas kepemimpinannya semakin teruji ketika ia kemudian diangkat menjadi Kaprodi Teknik Sipil UNISDA. Dalam perannya ini, Agus berkomitmen membangun atmosfer akademik yang kolaboratif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran, termasuk penggunaan perangkat lunak desain struktur modern dan pelatihan berbasis proyek nyata.
“Mahasiswa teknik sipil tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi harus mampu berpikir kritis, beradaptasi dengan teknologi, dan memiliki integritas dalam bekerja,” tegas Agus. Visi inilah yang mendorongnya untuk terus memperkuat kerja sama antara program studi dan pihak eksternal, seperti instansi pemerintah, perusahaan konstruksi, dan lembaga penelitian.
Di bawah kepemimpinannya, Prodi Teknik Sipil UNISDA mulai menunjukkan peningkatan signifikan—baik dalam hal akreditasi, kegiatan penelitian dosen, maupun keterlibatan mahasiswa dalam proyek-proyek sosial berbasis infrastruktur. Agus menilai bahwa keberhasilan program studi adalah hasil kerja tim, bukan individu. “Kami membangun sinergi antara dosen, mahasiswa, dan stakeholder agar Prodi Teknik Sipil UNISDA menjadi rujukan pendidikan teknik di wilayah Jawa Timur,” katanya.
Bagi Agus Setiawan, mengabdi di dunia pendidikan bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk kontribusi nyata kepada bangsa. “Saya selalu percaya bahwa membangun sumber daya manusia jauh lebih berharga daripada sekadar membangun gedung atau jembatan,” tuturnya dengan senyum hangat.
Kisah Agus menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar dan dedikasi tinggi dapat mengantarkan siapa pun menuju kesuksesan. Dari mahasiswa biasa menjadi pemimpin akademik, perjalanan kariernya menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa Teknik Sipil UNISDA Lamongan, untuk terus bermimpi, bekerja keras, dan berkontribusi bagi kemajuan negeri.



