Kuliah Tamu Prodi Arsitektur: Pemanfaatan Material Lokal untuk Desain dan Struktur yang Berkelanjutan
- Posted by Informatika UNISDA
- Date 18 June 2024
- Comments 0 comment
Lamongan – Dalam rangka memperkuat wawasan mahasiswa tentang praktik arsitektur berkelanjutan berbasis potensi lokal, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan menyelenggarakan kuliah tamu bertema “Pemanfaatan Material Lokal untuk Desain dan Struktur yang Berkelanjutan”. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 13 Juni 2024, bertempat di ruang kelas Fakultas Teknik.
Kuliah tamu ini menghadirkan praktisi arsitektur profesional, Ar. Jayanata Putra, S.T., M.Ars., IAI, dari CV Drafeda Architect, yang telah berpengalaman dalam mengembangkan desain arsitektur berbasis kearifan lokal serta berkomitmen terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan dalam konstruksi bangunan.
Dalam paparannya, Ar. Jayanata Putra menekankan pentingnya penggunaan material lokal tidak hanya dari segi efisiensi biaya dan aksesibilitas, tetapi juga sebagai upaya mempertahankan identitas arsitektur lokal serta mengurangi jejak karbon dalam proses pembangunan. Ia juga membagikan pengalaman langsung dalam merancang bangunan dengan pendekatan kontekstual dan ekologis di berbagai proyek arsitektur.
“Pemanfaatan material lokal seperti batu bata, bambu, kayu, atau tanah liat tidak hanya menyederhanakan logistik konstruksi, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap keberlanjutan lingkungan. Lebih dari itu, desain yang selaras dengan potensi lokal akan menciptakan arsitektur yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujar Jayanata.
Kuliah tamu ini disambut antusias oleh mahasiswa Arsitektur dari berbagai angkatan. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa dapat berdialog langsung dengan pemateri mengenai tantangan dan peluang dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di dunia kerja arsitektur.
Ketua Program Studi Arsitektur, [Nama Kaprodi jika ada], menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari penguatan kurikulum berbasis praktik serta menjadi ajang pembelajaran yang mendekatkan mahasiswa pada realita dunia profesional.
“Melalui kegiatan kuliah tamu ini, kami ingin membuka cakrawala mahasiswa bahwa arsitektur yang baik tidak selalu identik dengan material mahal dan teknologi canggih, tetapi juga bisa lahir dari pemahaman mendalam terhadap lingkungan dan budaya lokal,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi serta mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pendekatan desain yang berkelanjutan dalam setiap karya arsitektur mereka ke depan.



